Tuesday, August 28, 2007

Bahagia dengan Poligami

”Penyebab timbulnya image negatif terhadap praktek poligami yang dibolehkan dalam Islam sebenarnya adalah kaum Muslimin yang tidak komitmen dengan petunjuk agama dalam menjalankan tanggung jawab. Penolakan para muslimah di seperempat bagian masyarakat Muslim lebih disebabkan karena kaum laki-laki Muslim sendiri jatuh dan tidak bisa memenuhi fungsi keagamaan dan kehilangan karakter kelaki-lakian dan patriarkinya.”

Inilah kritikan seorang Muslimah dari keluarga Yahudi Amerika yang dengan ridha menjalani praktek poligami, menjadi istri kedua dari seorang muslim yang shalih dan taat kepada tanggung jawab agamanya.

Monday, February 19, 2007

Centennial Park, Tempat Seluruh Penduduknya Berpoligami

Bagi Amerika dan penganut paham feminis, poligami dianggap kejahatan. Tapi di Centennial Park, Colorado-Arizona, tambah istri adalah “bonus”. Kok bisa?

Dalam hukum Amerika, berpoligami adalah kejahatan. Tetapi bagi 1200 warga Centennial Park -kampung kecil di Colorado Arizona- berpoligami menjadi impian. Bahkan para gadis justru ingin berbagi suami saat menikah kelak.

Mungkin ada yang bersikap moderat di tengah kontroversi soal poligami, bahwa orang berpoligami merupakan pilihan dan kesepakatan. Bahkan di AS yang menegaskan bahwa poligami adalah kejahatan, praktik rumah tangga dengan dua atau beberapa cinta ternyata tetap ada. Sekitar 1200 penduduk Centennial Park, kampung kecil di dekat Colorado, menunjukkan bahwa mereka berpoligami juga dengan alasan sendiri.


Thursday, February 15, 2007

Berpoligami di Hari Kasih Sayang



Oleh: *Adriana Venny*

Berikut adalah sms saya terakhir kepada Ade Armando, Dosen FISIP UI, salah
satu anggota Komisi Penyiaran Indonesia, penulis Jurnal Perempuan,
narasumber dalam sosialisasi YJP tentang "Remaja Perempuan Melek Media" dan
narasumber kampanye 16 hari "Anti Kekerasan terhadap Perempuan":

Selasa, 13 Februari 2007: sms ke No. HP Ade Armando: 0818-1794.

Monday, January 8, 2007

Menolak Jadi Istri Kedua

Ass, ustadz yang dirahmati Allah, saya pernah diminta seorang pria untuk menjadi istri keduanya atas persetujuan istrinya, bahkan istrinya yang meminta saya secara langsung via telepon. Saya sendiri belum pernah bertemu dengan pria tersebut ataupun istrinya. Jika melihat profil pria tersebut, subhanallah... sangatlah shalih bahkan menurut saya beliau lebih cocok disebut seorang ustadz (tilawahnya saja 5 juz per hari).

Saya kemudian memilih mundur karena tidak ada kemantapan dan pihak keluarga pun tidak setuju. Syar'ikah alasan saya memilih mundur? Saya takut dengan sebuah hadits yang menyatakan akan terjadi fitnah jika kita menolak laki-laki shalih yang datang pada kita. Alhamdulillah pria tersebut sekarang sudah menikah (yang kedua) tapi ana takut dengan ancaman hadits tersebut, apalagi mengingat usia saya (25). Bagaimana caranya agar saya tetap ikhlas dan sabar serta tidak trauma dengan masalah tersebut? Jazakallah.

Wass.

Sumi Resminawati
salamah_smi at eramuslim.com